Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan bahwa masyarakat di
daerah ini dalam hitungan paling kecil bisa menghabiskan 180 miliar
rupiah dalam setahun untuk berobat ke Malaysia.
"Setiap hari ada 250 kursi pesawat ke Malaysia menggunakan penerbangan Air Asia dan Malindo. Anggap 50 orang saja pergi berobat, sebulan sudah 1.500. Per orang bawa 10 juta rupiah, dikalikan sebulan sudah 15 miliar rupiah, setahun 180 miliar rupiah. Itu baru hitungan paling kecil," kata Gubernur Riau itu, di Pekanbaru, Minggu pagi (21/08/2016).
Gubernur Riau menyampaikan hal itu saat kegiatan Riau Healthvaganza yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi setempat di Pustaka Wilayah Soeman HS. Kegiatan itu berupa pameran dari RS pemerintah maupun swasta, institusi-institusi pendidikan, dan laboratorium kesehatan.
Atas dasar banyak masyarakat Riau berobat ke Malaysia, Gubernur meminta kepada pelaku kesehatan setempat seperti rumah sakit dan dokter dapat meningkatkan pelayanan, mengingat faktanya masih banyak masyarakat Riau yang belum puas dengan pelayanan bidang kesehatan. "Jadi kalau RS tak punya niat meningkatkan pelayanannya juga tak ada gunanya," ujarnya lagi.
Menurutnya, diperlukan integrasi antara pemerintah, pelaku kesehatan, dan masyarakat. Pemerintah, ujarnya, bersama lembaga legislatif yakni DPRD bertugas sesuai fungsi untuk menyiapkan anggaran dengan jumlah yang ditetapkan undang-undang.
Menurut dia, Riau sudah memenuhi standar pemerintah yakni 10 persen dari total APBD. "Bahkan masih ada lebih sedikit," ujar Gubernur itu pula. Sedangkan masyarakat diminta bersama-sama mendukung untuk meningkatkan integrasi dan komunikasi dengan pemerintah dan pelaku bidang kesehatan, ujarnya lagi.
Menurutnya, hal itu demi tercapai "Sustainable Development Goals" (SDGs) yang merupakan parameter keberhasilan pembangunan salah satunya dalam bidang kesehatan.
"Harus ada interaksi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku bidang kesehatan dalam mencapai SDGs. Kita harus bersama jika masyarakat menginginkan peningkatan layanan kesehatan," ujar Gubernur yang akrab disapa Andi Rachman itu pula.
Dinkes Riau dalam Healthvaganza itu, dengan kegiatan mengadakan donor darah, pemeriksaan HIV/AIDS secara gratis, mengenal klinik VCT, mengenal TBC dan etika batuk yang benar, imunisasi gratis, memeriksa dan mengenali tumbuh kembang anak, dan mengenal kekerasan terhadap anak.
Selain itu, juga melakukan pemeriksaan penyakit tidak menular seperti pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol, konsultasi kesehatan, pemeriksaan ibu hamil dan konsultasi kehamilan.
Kegiatan lainnya adalah konseling gizi dan ASI, konsultasi gigi, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan usia lanjut, dan pemeriksaan IVA Test Mobile untuk mencegah kanker serviks bagi perempuan dan konseling Sadari bagi Remaja untuk Cegah Kanker Payudara.
"Setiap hari ada 250 kursi pesawat ke Malaysia menggunakan penerbangan Air Asia dan Malindo. Anggap 50 orang saja pergi berobat, sebulan sudah 1.500. Per orang bawa 10 juta rupiah, dikalikan sebulan sudah 15 miliar rupiah, setahun 180 miliar rupiah. Itu baru hitungan paling kecil," kata Gubernur Riau itu, di Pekanbaru, Minggu pagi (21/08/2016).
Gubernur Riau menyampaikan hal itu saat kegiatan Riau Healthvaganza yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi setempat di Pustaka Wilayah Soeman HS. Kegiatan itu berupa pameran dari RS pemerintah maupun swasta, institusi-institusi pendidikan, dan laboratorium kesehatan.
Atas dasar banyak masyarakat Riau berobat ke Malaysia, Gubernur meminta kepada pelaku kesehatan setempat seperti rumah sakit dan dokter dapat meningkatkan pelayanan, mengingat faktanya masih banyak masyarakat Riau yang belum puas dengan pelayanan bidang kesehatan. "Jadi kalau RS tak punya niat meningkatkan pelayanannya juga tak ada gunanya," ujarnya lagi.
Menurutnya, diperlukan integrasi antara pemerintah, pelaku kesehatan, dan masyarakat. Pemerintah, ujarnya, bersama lembaga legislatif yakni DPRD bertugas sesuai fungsi untuk menyiapkan anggaran dengan jumlah yang ditetapkan undang-undang.
Menurut dia, Riau sudah memenuhi standar pemerintah yakni 10 persen dari total APBD. "Bahkan masih ada lebih sedikit," ujar Gubernur itu pula. Sedangkan masyarakat diminta bersama-sama mendukung untuk meningkatkan integrasi dan komunikasi dengan pemerintah dan pelaku bidang kesehatan, ujarnya lagi.
Menurutnya, hal itu demi tercapai "Sustainable Development Goals" (SDGs) yang merupakan parameter keberhasilan pembangunan salah satunya dalam bidang kesehatan.
"Harus ada interaksi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku bidang kesehatan dalam mencapai SDGs. Kita harus bersama jika masyarakat menginginkan peningkatan layanan kesehatan," ujar Gubernur yang akrab disapa Andi Rachman itu pula.
Dinkes Riau dalam Healthvaganza itu, dengan kegiatan mengadakan donor darah, pemeriksaan HIV/AIDS secara gratis, mengenal klinik VCT, mengenal TBC dan etika batuk yang benar, imunisasi gratis, memeriksa dan mengenali tumbuh kembang anak, dan mengenal kekerasan terhadap anak.
Selain itu, juga melakukan pemeriksaan penyakit tidak menular seperti pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol, konsultasi kesehatan, pemeriksaan ibu hamil dan konsultasi kehamilan.
Kegiatan lainnya adalah konseling gizi dan ASI, konsultasi gigi, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan usia lanjut, dan pemeriksaan IVA Test Mobile untuk mencegah kanker serviks bagi perempuan dan konseling Sadari bagi Remaja untuk Cegah Kanker Payudara.

Belum ada tanggapan untuk "Masyarakat Riau Habiskan Ratusan Miliar Berobat ke Malaysia"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.