Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menilai hal yang biasa dan
wajar jika Presiden Jokowi sering memanggil menteri-menterinya
akhir-akhir ini.
"Namanya pembantu presiden, Presiden mau panggil kapan saja ya terserah Presiden. Saya tiap hari juga dipanggil presiden, nggak apa-apa," kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/07/2016).
Namun ia membantah bahwa pada Rabu malam (13/7) Presiden memanggil menteri-menteri di Istana Bogor terkait isu reshuffle.
"Tidak ada, yang jelas Presiden kalau tidak melakukan kunjungan ke daerah, ya para menteri dipanggil," katanya.
Ia menyebutkan Presiden sering memanggil para menteri karena ingin setiap persoalan segera diselesaikan apalagi saat ini harapan dunia usaha cukup membaik dengan IHSG dan rupiah yang menguat.
"Kemudian pelaksanaan tax amnesty diharapkan berjalan baik kalau itu bisa terjadi maka pondasi ekonomi kita akan menjadi lebih baik," katanya.
Mengenai agenda Presiden Jokowi Kamis ini, Seskab mengungkapkan sebagai Ketua Tim Penilai Akhir (TPA), Presiden memimpin rapat penentuan pejabat eselon I dan jabatan strategis lainnya.
"Kebetulan Presiden Ketua TPA, saya sekretarisnya, nanti setelah diputuskan secara resmi kami sampaikan," katanya.
Menurut dia, pada Kamis ini Presiden juga akan menggelar rapat membahas masalah polhukam.
"Presiden memberi perhatian khusus kepada masalah keamanan, sebenarnya stressingnya pada apa yang terjadi di Solo," katanya.
Menurut dia, hal itu berkaitan dengan potensi gangguan keamanan yang terjadi sehingga sejak dini pemerintah melakukan persiapan supaya hal itu tidak terulang lagi.
"Apalagi hari ini Kapolri baru sudah sertijab, nanti Kapolri juga hadir termasuk Densus 88," katanya.
"Namanya pembantu presiden, Presiden mau panggil kapan saja ya terserah Presiden. Saya tiap hari juga dipanggil presiden, nggak apa-apa," kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/07/2016).
Namun ia membantah bahwa pada Rabu malam (13/7) Presiden memanggil menteri-menteri di Istana Bogor terkait isu reshuffle.
"Tidak ada, yang jelas Presiden kalau tidak melakukan kunjungan ke daerah, ya para menteri dipanggil," katanya.
Ia menyebutkan Presiden sering memanggil para menteri karena ingin setiap persoalan segera diselesaikan apalagi saat ini harapan dunia usaha cukup membaik dengan IHSG dan rupiah yang menguat.
"Kemudian pelaksanaan tax amnesty diharapkan berjalan baik kalau itu bisa terjadi maka pondasi ekonomi kita akan menjadi lebih baik," katanya.
Mengenai agenda Presiden Jokowi Kamis ini, Seskab mengungkapkan sebagai Ketua Tim Penilai Akhir (TPA), Presiden memimpin rapat penentuan pejabat eselon I dan jabatan strategis lainnya.
"Kebetulan Presiden Ketua TPA, saya sekretarisnya, nanti setelah diputuskan secara resmi kami sampaikan," katanya.
Menurut dia, pada Kamis ini Presiden juga akan menggelar rapat membahas masalah polhukam.
"Presiden memberi perhatian khusus kepada masalah keamanan, sebenarnya stressingnya pada apa yang terjadi di Solo," katanya.
Menurut dia, hal itu berkaitan dengan potensi gangguan keamanan yang terjadi sehingga sejak dini pemerintah melakukan persiapan supaya hal itu tidak terulang lagi.
"Apalagi hari ini Kapolri baru sudah sertijab, nanti Kapolri juga hadir termasuk Densus 88," katanya.

Belum ada tanggapan untuk "Pramono Bantah Jokowi Kumpulkan Menteri Siap-siap Reshuffle"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.