Pelaku Pembuatan Vaksin Palsu Lakukan Aksi Genosida

www.idolafm.com
Ketua Komisi IX Dede Yusuf telah membentuk satgas khusus, guna mengatasi adanya peredaran vaksin palsu yang terungkap oleh jajaran Bareskrim Polri. Pembentukan satgas ini didasarkan kepada penemuan vaksin palsu yang terungkap, agar tidak menyebar ke daerah lain.

"Untuk penyebaran informasinya masih sekitar Jabodetabek, namun bukan berarti daerah lain tidak ada. Karena informasi mengenai vaksin palsu ini sangatlah minim," ujar Dede Yusuf, di Bandung, Kamis (30/06/2016).

Dirinya mengungkapkan saat raker dengan Menkes dan BPOM, terungkap jika pelaku yang menyebarkan dengan memperjualbelikan vaksin palsu ini, berasal dari Rumah Sakit Swasta.

"Pasangan suami istri yang tertangkap ini saya tanya ke Menkes, pernah bekerja di RS swasta inisial H. Dan motif keduanya memang sampai hari ini masih ekonomi," jelas Dede Yusuf.

Namun Dede Yusuf menyayangkan, meski kedua pasangan ini berstatus perawat. Mereka mengindahkan sumpah sebagai pegawai kesehatan.

"Dengan mereka terbongkar dalam kasus vaksin palsu ini, saya kira mereka berdua ini menjalankan aksi genoside (pemusnahan massal) generasi. Meski memang perlu pembuktian, selain motif ekonomi, harus dicari motif lainnya. Karena dipastikan pasangan ini memiliki mata rantai distribusi bagi vaksin palsu, yang diduga banyak beredar di RS swaasta," papar Dede Yusuf.

Dirinya meyakini, vaksin yang dikeluarkan biorfarma mulai dari vaksin 6-8 tersebut asli. Pasalnya pemerintah mengeluarkan secara gratis bagi masyarakat.

"Kalau yang dari biofarma itu vaksin gratis, sedangkan yang dipalsukan itu mulai dari 9-12 yang paket bagi balita usia 1 tahun. Itu banyak terjadi di RS Swasta," terangnya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pelaku Pembuatan Vaksin Palsu Lakukan Aksi Genosida"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.