Kematian aneh menimpa bayi berusia 4
bulan di Rimbo Ulu, Tebo yang diduga teracuni vaksin palsu. Pasalnya
setelah disuntikkan vaksin imunisasi ke tumbuhnya, bayi tersebut
mendadak demam tinggi dan akhirnya meninggal dunia.
Dugaan ini merujuk pada hasil
penyelidikan Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak
Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri yang telah membongkar sindikat
pemalsu vaksin untuk balita. Dari operasi tersebut, diketahui bahwa
sindikat tersebut telah memproduksi vaksin palsu sejak tahun 2003 dengan
distribusi di seluruh Indonesia.
Masyarakat Jambi perlu meningkatkan
kewaspadaan, ini peringatan dari Ketua Yayasan Lembaga Konsumen
Indonesia (YLKI) Jambi, Ibnu Kholdun. Karena vaksin palsu tersebut
sangat berbahaya karena merupakan gabungan dari cairan tetanus dan
infus.
Selanjutnya vaksin palsu dijual dengan
harga miring. Hal inilah yang diduga menjadi alasan vaksin palsu
tersebut cukup laku di pasaran. Kini, pihak kepolisian tengah mengusut
apakah ada oknum dari rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan yang
turut terlibat dalam sindikat tersebut atau tidak.
Ia mengatakan pihak YLKI telah melakukan
pengecekan lapangan. Menurut dokter yang bertugas bayi tersebut hanya
terkena demam dan pilek. Sebaliknya ketika ditanyakan ke Puskesmas Rimbo
Ulu bayi tersebut menderita serangan jantung.
"Orang tua bayi sudah komplain ke Dinkes Tebo, tapi tidak ada tanggapan. Makanya mereka melapor ke kita (YLKI)," tutupnya.

Belum ada tanggapan untuk "Vaksin Palsu Diduga Tewaskan Bayi di Tebo"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.