Oleh Ali Farkhan Tsani
Sahabat dunia islam, Sedikitnya ada tiga Panggilan Allah Yang Wajib Dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya. Pertama,
panggilan shalat, yaitu ketika azan berkumandang lima waktu sehari
semalam. Seruan lima kali sepanjang 24 jam ini terus menggema
susul-menyusul bergantian dari satu masjid ke masjid lainnya. Selesai
dari negeri yang satu, berpindah ke belahan bumi yang lain, berputar
terus selama bumi masih berotasi mengelilingi porosnya. “Allahu akbar …
Allahu akbar …!”
Sahabat Ibnu Abbas adalah orang yang sering kali menangis manakala
mendengar panggilan azan bergema. Serbannya sering basah oleh tetesan
airmatanya yang terus mengalir mengiringi alunan suara sang muazin.
Ketika ada yang menanyakan mengapa sampai begitu? Ibnu Abbas menjawab,
“Seandainya semua orang tahu makna seruan muazin itu, pasti tidak akan
dapat beristirahat dan tak akan dapat tidur nyenyak.” Kalimat Allahu
akbar saja mengandung makna panggilan kepada orang beriman yang sedang
sibuk mengurusi harta duniawi agar berhenti sejenak, menyambut seruan
itu. Mengistirahatkan badan dan segera beramal demi meraih kepentingan
dan keuntungan hakiki.
Kedua, panggilan haji. Allah menyeru di dalam
firman-Nya: “Dan, berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,
niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan
mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh
…” (QS al-Hajj [22] : 27).
Oleh karena itulah, mereka yang menunaikan ibadah haji menjawab
seruan itu dengan kalimat talbiah, “Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah,
aku penuhi. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi
penggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanyalah
milik-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu.”
Ketiga, panggilan kematian. Sifat manusia sering
kali menunda-nunda panggilan azan. Begitu juga ketika panggilan haji
telah tiba, ia pun belum tergerak memenuhinya, walau sudah mampu. Akan
tetapi, terhadap panggilan yang satu ini, tidak ada satu pun yang
sanggup menghalanginya, apalagi menundanya. Malaikat Izrail, sang
pencabut nyawa, atas perintah Tuhannya akan melaksanakan perintah Allah.
Ia tidak akan mempercepat walau sesaat jika belum tiba saatnya. Juga
tidak akan mengulur waktu walau sedetik apabila sudah datang waktunya.
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang
apabila datang waktu kematiannya. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.” (QS al-Munafiqun [63]: 11).
Dalam ayat lainnya, Allah SWT juga sering mengingatkan umat manusia
untuk senantiasa memperhatikan seruan-Nya, mengerjakan segala
perintah-Nya, dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Dengan penuh kesadaran diri dan keinsafan iman, marilah kita penuhi
panggilan Allah berupa azan shalat saat memanggil, dan panggilan haji ke
tanah suci bila kita telah mampu menunaikannya.
Demikian juga panggilan-panggilan yang lain, seperti panggilan
dakwah, panggilan jihad, dan panggilan kebaikan lainnya. Sebelum datang
panggilan Allah yang tidak dapat ditawar-tawar lagi kehadirannya, yakni
panggilan kematian. Sementara mereka yang masih hidup pun hanya sanggup
berucap, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami kembali.

Belum ada tanggapan untuk "3 Panggilan Allah Yang Wajib Di Penuhi"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.