Presiden Filipina Instruksikan Tembak Mati Pengguna dan Pengedar Narkoba

www.idolafm.com
Sosok Rodrigo Duterte sudah membuat pengguna dan pengedar narkoba ngeri. Belum dilantik sebagai presiden baru Filipina, Duterte sudah membuat orang-orang yang dekat dengan narkoba ramai-ramai menyerahkan diri.

Mereka tidak mau berjudi dengan nyawa. Sebab, Duterte sudah menyatakan sikapnya untuk memberantas narkoba. Karena itu, pria berjuluk The Punisher tersebut tidak segan mengeluarkan perintah tembak mati.

Jumat (24/6) kemarin, setidaknya 700 pengguna dan pengedar narkoba mendatangi Kamp Karingal, Quezon City. Sebab, kepolisian setempat (QCPD) sedang melangsungkan operasi Oplan Katok. Mereka mengimbau pengguna dan pengedar narkoba menyerahkan diri. Nanti mereka mendapat amnesti dan dibantu masuk pusat rehabilitasi. Mereka yang tidak datang bakal ditangkap dan dihukum.

Setelah datang, satu per satu menjalani tes kandungan narkoba di tubuhnya. Lalu, mereka didata dan diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan terjerumus di lembah nista. Setelah itu, mereka dirujuk ke panti rehabilitasi.

Menurut Joselito Esquivel dari QCPD, itulah adaptasi dari program serupa yang berjalan di Davao City. Duterte merupakan wali kota Davao sebelum terpilih menjadi presiden. "Sejak dulu, kami melakukan program ini. Namun, dengan presiden baru, kami lebih gencar melaksanakannya,’’ kata Esquivel, dikutip dari jpnn.com.

Dengan pendataan tersebut, kepolisian bakal mudah melacak jika menemukan transaksi narkoba atau bahkan penyelundupan narkoba ke wilayah lain. Aksi serupa dijalankan kota-kota lain di Filipina. Namun, jumlahnya tidak sebanyak di Quezon City. Duterte dilantik pada 30 Juni mendatang meski pemilu berakhir pada Mei Lalu. Sejak awal terpilih, dia menyatakan akan bertindak tegas untuk mengenyahkan kriminalitas di negaranya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Presiden Filipina Instruksikan Tembak Mati Pengguna dan Pengedar Narkoba"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.