Konferensi Cabang (Konfercab) PC Nahdlatul Ulama (NU) Tebo sudah digelar, Minggu (27/1). H Abdullah Saman, terpilih untuk kedua kalinya sebagai ketua Dewan Tanfidz (pengurus harian).
Mendahului pemilihan ketua dewan tanfidz, sebelum telah digelar pemilihan ketua Rois Syuriah (dewan penasehat). Pada posisi tertinggi di jajaran NU ini, tokoh kharismatik, secara bulat peserta konfercab meminta kesediaan KH Marijo Wahid.
Menghadiri konfercab, ketua PWNU Provinsi Jambi, H Kadir Husin menyampaikan beberapa hal. Mantan Kepala Kanwil Kemenag ini menyoroti berbagai isu sentral yang diciptakan oleh pihak tertentu. Tujuannya adalah memecah umat Islam, terutama NU.
“Banyak yang membesar-besarkan persoalan perbedaan fiqh. Padahal seharusnya itu kita terima sebagai kekayaan Islam. Bukan sumber perpecahan,” ujar Kadir Husin.
Ia juga mewanti-wanti bahwa pengurus PC NU tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Disebutkannya, NU sejatinya adalah ibarat tenda besar yang menjadi tempat bernaung semua golongan. Terlibat politik praktis akan membuat organisasi yang berdiri pada 1926 ini terkoyak-koyak pada kepentingan partai.
“Tapi NU dapat memberikan pendidikan politik yang baik. Bagaimana menyikapi positif maju untuk tujuan yang sama, meski dengan jalan berbeda,” sebutnya lagi.
Sumber : Tribun News
Editor : Radio Idola FM Jambi
Belum ada tanggapan untuk "Pengurus NU Tak Boleh Politik Praktis"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.