Mudik Berubah Jadi Bencana Massal

www.idolafm.com
Sebanyak 18 orang meninggal dunia saat perjalanan mudik di Brebes, Jawa Tengah. Tradisi mudik lebaran pun seolah berubah menjadi bencana massal.

"Tradisi ini sudah berubah jadi bencana," kata Mantan Bupati Brebes, Agung Widyantoro saat dihubungi, Selasa (05/07/2016).

Menurut Agung, belasan korban meninggal dunia merupakan bukti buruknya pemerintah dalam mengelola manajemen mudik tahun ini. Ada beberapa catatan yang harus diperbaiki oleh pemerintah terkait Tragedi Mudik 2016.

Diantaranya, kata Agung, pengalihan arus mudik pada jalur tol yang baru. Pengalihan arus harus cermat, terutama pembatasan volume kendaraan.

"Pemecahan kemacetan jangan ditumpahkan ke kota Brebes saja karena infrastruktur jalan tidak mendukung, sehingga harus segera dilewatkan jalur ke Kabupaten/Kota yang lain," kata Agung.

Selain itu, dia menambahkan, kemacetan di Brebes juga tidak bisa dilepaskan dari penambahan jadwal Kereta Api Lebaran. Sebab, hal itu berakibat pada jam buka tutup lintasan kereta yang makin rapat. Dampaknya jelasm penumpukan arus kendaraan jalan darat makin padat.

"Presiden harus lebih intensifkan koordinasi antara Kementrian/Lembaga khusus terkait jadwal Liburan sekolah, antara PNS swasta harus dibedakan sehingga bisa kurangi beban volume jalan darat, laut, udara," ujar Bupati ke-30 Brebes itu.

Pemerintah, kata dia juga harus memikirkan fasilitas keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) utamanya di jalan tol.

Agung juga menyarankan agar pembangunan jalur lingkar utara jurusan Brebes-Tegal untuk memecahkan kepadatan harus segera dilanjutkan.  "Karena lahan sudah sudah lama tersedia oleh Pemkab Brebes," kata politisi Partai Golkar itu.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mudik Berubah Jadi Bencana Massal"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.