Pendapatan buruh panggul Pelabuhan Merak selama arus mudik Lebaran 2016 meningkat dibandingkan hari-hari normalnya.
"Tiga hari terakhir ini pendapatan meningkat dari Rp50 ribu menjadi Rp150 ribu," kata Zumadi (30), buruh panggul Pelabuhan Merak, Jumat (01/06/2016).
Meningkatnya pendapatan itu karena relatif banyak pemudik Lebaran yang menyuruh membawa barang-barang miliknya ke atas kapal feri yang bersandar di dermaga Pelabuhan Merak.
Mereka para pemudik bervariasi memberikan jasa panggul, mulai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.
Pendapatan sebesar itu tentu terbantu ekonomi keluarga, terlebih menjelang Lebaran 2016.
Saat ini, sejumlah buruh panggul Pelabuhan Merak merasa terbantu untuk keperluan Lebaran di kampung halamanya.
"Kami biasa jika menjelang Lebaran panen karena banyak pemudik menyuruh mengangkut barang-barangnya," ujar Zumadi warga Kecamatan Walantaka Kota Serang.
Begitu pula, Samudi (40), buruh Pelabuhan Merak, mengaku dirinya sejak sore hingga malam ini sibuk melayani pemudik untuk mengangkut barang-barang bawaan ke kapal ro-ro dari Terminal Terpadu Merak.
"Kami tidak mematok jasa angkutan, bergantung pada keikhlasan pemudik. Kami sekali mengangkut diberi uang antara Rp25 ribu dan Rp30 ribu," katanya.
Sementara itu, Ujang (35), petugas Pelabuhan Merak, mengaku semua buruh panggul dilengkapi pakaian seragam berwarna merah-merah agar mereka terlihat sopan dan tertib.
Penggunaan pakaian seragam itu agar resmi sebagai buruh panggul juga untuk mencegah terjadi kriminalitas. "Kami terus membina mereka karena dapat menyerap tenaga kerja lokal," katanya.
"Tiga hari terakhir ini pendapatan meningkat dari Rp50 ribu menjadi Rp150 ribu," kata Zumadi (30), buruh panggul Pelabuhan Merak, Jumat (01/06/2016).
Meningkatnya pendapatan itu karena relatif banyak pemudik Lebaran yang menyuruh membawa barang-barang miliknya ke atas kapal feri yang bersandar di dermaga Pelabuhan Merak.
Mereka para pemudik bervariasi memberikan jasa panggul, mulai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.
Pendapatan sebesar itu tentu terbantu ekonomi keluarga, terlebih menjelang Lebaran 2016.
Saat ini, sejumlah buruh panggul Pelabuhan Merak merasa terbantu untuk keperluan Lebaran di kampung halamanya.
"Kami biasa jika menjelang Lebaran panen karena banyak pemudik menyuruh mengangkut barang-barangnya," ujar Zumadi warga Kecamatan Walantaka Kota Serang.
Begitu pula, Samudi (40), buruh Pelabuhan Merak, mengaku dirinya sejak sore hingga malam ini sibuk melayani pemudik untuk mengangkut barang-barang bawaan ke kapal ro-ro dari Terminal Terpadu Merak.
"Kami tidak mematok jasa angkutan, bergantung pada keikhlasan pemudik. Kami sekali mengangkut diberi uang antara Rp25 ribu dan Rp30 ribu," katanya.
Sementara itu, Ujang (35), petugas Pelabuhan Merak, mengaku semua buruh panggul dilengkapi pakaian seragam berwarna merah-merah agar mereka terlihat sopan dan tertib.
Penggunaan pakaian seragam itu agar resmi sebagai buruh panggul juga untuk mencegah terjadi kriminalitas. "Kami terus membina mereka karena dapat menyerap tenaga kerja lokal," katanya.

Belum ada tanggapan untuk "Buruh Panggul Panen Rupiah selama Arus Mudik"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.