Tradisi Ramadhan Yang Paling Khas Di Jambi Adalah Mati Listrik

Bagi sebagian warga yang baru datang di Provinsi Jambi, seringnya mati listrik menjadi hal yang menyebalkan. Apalagi setiap datang bulan suci Ramadan, kondisi tersebut seolah menjadi ujian tambahan bagi warga yang berpuasa.

Tradisi mati listrik saat Ramadhan tak hanya terjadi di kampung Zumi Zola. Di Kota Jambi yang notabene adalah ibu kota provinsi tak luput ikut puasa listrik. Dari warga biasa hingga anggota dewan satu suara, mempertanyakan kebiasaan mati listrik yang seolah menjadi rutinitas tiap Ramadan tiba.

Dari sejumlah pengakuan warga lain, mati lampu hampir merata terjadi di seluruh daerah kota/kabupaten di Provinsi Jambi, khususnya saat bulan ramadhan. Hal sama ikut dirasakan warga Kabupaten Bungo, Sarolangun hingga Kerinci yang berada di bagian paling barat Provinsi Jambi.

Sementara itu, Manajer PLN Area Jambi, Joni mengatakan, selama Ramadan pihaknya tidak memberlakukan pemadaman bergilir. Tidak ada persoalan defisit listrik saat ini karena sudah teratasi sebelum Ramadan.

Namun, Joni mengakui mati listrik terjadi pada awal bulan puasa. Menurut dia, padam lampu tersebut bukan karena pemadaman bergilir, tetapi karena ada gangguan yang mengharuskan pihaknya mematikan arus listrik.

Sementara itu, Manajer PLN Rayon Sungaipenuh, Kerinci, Sudarmadi mengatakan, pemadaman listrik kerap terjadi saat Ramadan karena pemakaian listrik lebih banyak, sedangkan daya mampu PLN tetap.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tradisi Ramadhan Yang Paling Khas Di Jambi Adalah Mati Listrik"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.