RADIO JAMBI BERPERAN DALAM MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL

Indonesia dengan 240 juta jiwa memiliki 726 bahasa, dan saat ini 719 bahasa yang masih dipakai oleh penuturnya. Diperkiraka pada akhir abad ke 21 hanya 10% yang tersisa yaitu 70 bahasa. Hal ini dikarenakan kondisi masyarakat yang multietnik sehingga terjadi kontak antar bahasa sehingga bahasa yang satu lebih sering digunakan daripada bahasa yang lain (Tondo, 2009, p.278), serta perkembangan media massa yang begitu pesat saat ini di masyarakat juga turut mempengaruhi berkurangnya penutur bahasa daerah.Remaja yang merupakan penduduk masa depan, saat ini mulai menggunakan bahasa gaul bukan daerah.

Radio lokal yang mendominasi pasar remaja juga turut bercirikan ‘remaja’. Bahasa yang digunakan di radio seharusnya adalah bahasa tutur yang formal, namun untuk meningkatkan jarak kedekatan personal (akrab) mereka harus menggunakan budaya yang terdepan, yaitu menggunakan bahasa gaul, untuk memasuki pasar remaja. Bahasa dalam siaran biasanya terfokus pada bahasa Jakarta (terutama radio dengan segmentasi remaja). Mereka mulai menggunakan bahasa gaul saat siaran, sehingga bahasa daerah semakin punah di masa kini.

Dalam hal ini masyarakat Provinsi Jambi umumnya dan Kabupaten Tebo pada khususnya yang mayoritas penduduknya adalah penggemar Radio dan merespon program-program acara yang telah di  rancang secara aktif, mulai dari berbagai informasi, hiburan dan pendidikan. Melihat dan mengamati beberapa Radio swasta yang ada di Provinsi Jambi pada umumnya dan Kabupaten Tebo pada khususnya tidak banyak Radio Jambi yang mengemas dan mengenalkan Budaya  Jambi itu sendiri kepada masyarakat, terutama dalam penggunaan bahasa pengantar siarannya jarang sekali yang menggunakan bahasa Daerah Jambi.

Padahal para generasi muda perlu untuk mengenal dengan baik bahasa daerah mereka agar bisa mengenal budaya mereka sendiri. Hal ini dikarenakan selama di sekolah mereka menggunakan bahasa Indonesia dengan guru mereka dan sebagian besar bahasa daerah tidak terdokumentasi secara lisan. Sebaiknya bahasa daerah ditanamkan sejak kecil, dan melalui lingkungan yang terekat dan disukainya.



Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "RADIO JAMBI BERPERAN DALAM MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL "

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.