Idola FM - Dua warga dari kawasan HTI Desa Sungai Karang Kec. 7 Koto menyerahkan 2 pucuk senjata api ilegal rakitan jenis kecepek kepada pihak kodim 0416/BUTE.
Penyerahan senpi ilegal rakitan tersebut dilakukan warga kepada kodim ( Dandim ) 0416/BUTE, Letkol Inf. Edi Budiman S.IP melalui unit intel kodim 0416/BUTE Sertu Heru Dinanto, minggu {21/02/2016 ).
Usai penyerahan senpi ilegal rakitan tersebut Heru Dinanto kepada wartawan mengatakan
" penyerahan senjata api jenis rakitan ini berkat kerjasama warga dengan anggota kodim yang ada dilapangan yang berhasil memberikan pengertian dan membujuk warga untuk mau menyerahkan senpi kepada TNI. disamping itu juga karena anggota TNI yang dilapangan berhasil memberikan arahan dan pengertian akan bahayanya menyimpan senpi ilegal karena termasuk melanggar hukum yang berlaku di indonesia jika status kepemilikan senpi tersebut tidak meiliki izin. Terlebih dikawatirkan apabila senpi tersebut berada ditangan yang salah maka akan sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat bahkan mengancam keselamatan jiwa seseorang, sudah banyak kejadian senpi ilegal menelan korban dan nyawa melayang akibat kejahatan dari sang pemegang senpi, saya berharap bagi warga yang memiliki senpi legal untuk segera menyerahkan kepaada aparat TNI maupun Polri yang terdekat ".
Ditempat terpisah Abdul Roni selaku tokoh pemuda sekaligus anggota LSM Pangkimo Djoenid yang berdomisili di 7 Koto Ilir, juga menhimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki senpi ilegal baik standar maupun rakitan untuk segera menyerahkan kepada pihak yang berwajib secara suka rela.
" Yo sayo harap untuk masrakat yang punyo kecepek, serahkan bae lah ke TNI, demi kebaikan kito besamo ".
Roni juga menjelaskan bahwa masyarakat yang meyerahkan senpi kepada TNI secara sukarela tidak akan diproses secara hukum.
Heru Dinanto selaku intel TNI mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah bekerjasama dengan baik dan rela menyerahkan senpinya yang selanjutnya akan diserahkan ke Korem 042/GAPU. ( Reyvalino ).
Penyerahan senpi ilegal rakitan tersebut dilakukan warga kepada kodim ( Dandim ) 0416/BUTE, Letkol Inf. Edi Budiman S.IP melalui unit intel kodim 0416/BUTE Sertu Heru Dinanto, minggu {21/02/2016 ).
Usai penyerahan senpi ilegal rakitan tersebut Heru Dinanto kepada wartawan mengatakan
" penyerahan senjata api jenis rakitan ini berkat kerjasama warga dengan anggota kodim yang ada dilapangan yang berhasil memberikan pengertian dan membujuk warga untuk mau menyerahkan senpi kepada TNI. disamping itu juga karena anggota TNI yang dilapangan berhasil memberikan arahan dan pengertian akan bahayanya menyimpan senpi ilegal karena termasuk melanggar hukum yang berlaku di indonesia jika status kepemilikan senpi tersebut tidak meiliki izin. Terlebih dikawatirkan apabila senpi tersebut berada ditangan yang salah maka akan sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat bahkan mengancam keselamatan jiwa seseorang, sudah banyak kejadian senpi ilegal menelan korban dan nyawa melayang akibat kejahatan dari sang pemegang senpi, saya berharap bagi warga yang memiliki senpi legal untuk segera menyerahkan kepaada aparat TNI maupun Polri yang terdekat ".
Ditempat terpisah Abdul Roni selaku tokoh pemuda sekaligus anggota LSM Pangkimo Djoenid yang berdomisili di 7 Koto Ilir, juga menhimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki senpi ilegal baik standar maupun rakitan untuk segera menyerahkan kepada pihak yang berwajib secara suka rela.
" Yo sayo harap untuk masrakat yang punyo kecepek, serahkan bae lah ke TNI, demi kebaikan kito besamo ".
Roni juga menjelaskan bahwa masyarakat yang meyerahkan senpi kepada TNI secara sukarela tidak akan diproses secara hukum.
Heru Dinanto selaku intel TNI mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah bekerjasama dengan baik dan rela menyerahkan senpinya yang selanjutnya akan diserahkan ke Korem 042/GAPU. ( Reyvalino ).

Belum ada tanggapan untuk "Dua Pucuk Senjata Rakitan Diserahkan ke Unit Intel Kodim 0416 Bute"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.