Tenaga Nuklir Efektif Jadi Pembangkit Listrik

Batu bara ternyata tidak terlalu efektif dan cenderung meracuni lingkungan sekitar. Oleh karena itu, nuklir dianggap sebagai pembangkit listrik yang lebih baik.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto. Bahkan ia mengatakan, sudah saatnya Indonesia beralih menggunakan bahan baku pembakit listrik, dari batu bara menuju nuklir.

Menurut Unggul, batu bara seringkali digunakan untuk pembangkit listrik. Padahal bahan bakar fosil tersebut tidak efektif dan meracuni lingkungan sekitar dengan polusinya.

Penggunaan listrik oleh masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga diperlukan daya yang melimpah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk itu, dengan skala masif, tentunya tenaga nuklir menjadi jawaban dari persoalan tersebut.

Unggul menambahkan, untuk membangun pembangkit listrik mengandalkan tenaga nuklir membutuhkan jangka waktu yang tidak sebentar. Dikatakannya, butuh hingga satu dekade lamanya untuk menyelesaikan satu PLTN.

Disampaikan Unggul, batu bara itu memiliki polusi tinggi dalam pembakarannya sehingga dapat mencemari udara di lingkungan. Bahkan, kata Unggul, biaya untuk membawa batu bara ke area pembangkit listrik dianggap pemborosan.

Padahal, Unggul mengemukakan, sejumlah negara sudah memanfaatkan tenaga nuklir untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tenaga Nuklir Efektif Jadi Pembangkit Listrik"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.