Kenali dan Senaung menjadi saksi bisu jejak kedatangan Duet Proklamator ke Jambi. Soekarno ke Kenali, dan Hatta ke Senaung meninjau kawasan transmigrasi. Setidaknya itulah yang terekam dalam arsip berupa foto kunjungan yang tersimpan di Badan Perpustakaan dan Arsip Kora Jambi. Tak hanya di Kota Jambi, jejak Hatta juga terlacak di Bangko saat Jambi masih menjadi bagian Provinsi Sumatera Tengah.
Berdasar rekaman arsip, Presiden Soekarno mengawali rangkaian perjalanan ke Sumatera pada 1947. Namun jejaknya di Jambi baru terekam pada 11 April 1962 saat memimpin rapat raksasa di Lapangan Garuda Sipin, belakangan menjadi kompleks Korem 042/Garuda Putih. Dalam rapat itu, Sang Putra Fajar mengajak warga Jambi membulatkan tekad mempertahankan kemerdekaan.
Apalagi dengan jumlah penduduk 96 juta, negeri ini lima besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak. Berdasar arsip-arsip yang tersimpan rapi di Badan Perpustakaan dan Arsip Kota Jambi, Presiden setibanya di Lapangan Terbang Pal Merah langsung disambut tarian adat Jambi. Soekarno terlihat memegang sirih dari penari gadis belia.
Pada hari sama, selepas rapat raksasa Presiden menerima penyerahan tongkat komanado Korem Gapu. Selanjutnya, masih berdasarkan koleksi arsip sama, Presiden didampingi Muhammad Yamin, Menteri Penerangan saat itu, berkunjung ke kawasan Kenali, yang menghasilkan minyak bumi jenis avtur bahan bakar pesawat terbang.
Sedangkan jejak Wapres Mohammad Hatta terekam pada 14 April 1954, ke Jambi memberikan amanat saat rapat umum. Kemudian terdapat keterangan meninjau daerah transmigrasi di Senaung, pada 15 April 1954. Sejarawan Junaidi T Nor mengonfirmasi, kunjungan keduanya ke Lapangan Garuda, yang kini menjadi Makorem, membakar semangat warga Jambi.
Menurutnya, di masa itu lapangan biasa dipakai lokasi upacara dan apel pasukan infanteri APRI. Selain Lapangan Garuda, menurutnya lokasi pengumpulan massa di masa itu di Lapangan Banteng, yang kini beralih fungsi menjadi Museum Perjuangan.
Bedanya, Lapangan Banteng lokasi berkumpul bagi masyarakat, sedangkan Lapangan Garuda khusus kalangan tentara.
Junaidi juga menjelaskan sekilas Kenali. Menurutnya, sejak dulu dikenal kawasan penghasil minyak. Namanya Kenali Asam, dan produksi minyaknya menjadi andalan. Di awal kemerdekaan jelasnya, kilang Kenali Asam telah memproduksuk avtur dan dikirim ke Singapura.
"(Avtur) untuk mengisi pesawat yang membawa utusan Indonesia ke PBB dan India," jelasnya, Minggu (16/8).
Junaidi mengingat, Sudarsono saat itu menjabat Walikota Jambi. Pada 1962 lanjutnya, Jambi melimpah komoditas karet, serta ditunjang keberadaan Lapangan Terbang Pal Merah dan Pelabuhan Bom Batu, kini lokasi berdiri WTC. Dia mengungkapkan, kunjungan Soekarno ke Jambi saat itu kondisi di Jambi lebih baik ketimbang saat Hatta berkunjung pada 1954. Jambi sedniri masih berstatus Karesidenan di bawah Provinsi Sumatera Tengah, mencakup Sumbar, Jambi dan Sumsel.
Terpisah, Kabid Arsip dan Dokumentasi Badan Perpustakaan dan Arsip Kota Jambi, Desi Kurlinawati mengatakan, berdasar catatannya koleksi Soekarno-Hatta sebanyak 200 halaman. Tak hanya foto, namun juga bercerita tentang kebudayaan, agama, politik dan sebagainya.
Belum ada tanggapan untuk "Soekarno Pernah Pimpin Rapat Raksasa Di Jambi"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.