MUARATEBO – Miris, diduga akibat salah transfuri darah pasien yang berujung kematian, Klinik Setia Budi yang beralamat di jalan Pahlawan Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang bakal dituntut oleh keluarga pasien. Pasien atas nama Yitno (70) adalah warga jalan Petaling desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Bujang.
“Kami akan tuntut Klinik Setia Budi karena sudah salah transfusi
darah Bapak (Pasien_red),” ujar Surani, anak kandung dari pasien
korban salah transfusi darah tersebut saat ditemui Teboonline.com
dikediamannya di
jalan Petaling, Kamis (15/10).
Diceritakan
Surani yang didampingi adik iparnya yang bernama Angga, Ayahnya
tersebut sakit sehingga dibawa ke klinik Setia Budi pada hari Minggu
(4/10). Kemudian, pihak Klinik Setia Budi melakukan cek darah Ayahnya
tersebut dan dinyatakan HB (Hemoglobin) persentasenya cukup rendah dan
harus ditambah darah sebanyak dua kantong.
“Sebelum
diminta untuk tambah darah dua kantong, darah Bapak saya dicek sama
pihak Klinik, katanya golongan darahnya A jadi ya kami cari donor darah A
dan dapat dua kantong. Malam Senin satu kantong didonorkan
(Transfusi_red) dulu ke badan Bapak dan satu kantong lagi dimasukan
malam Selasanya, setelah darah kantong yang kedua ini dimasukan, Bapak
saya langsung kejang – kejang, buang air terus, sesak nafas,” cerita
Surani lagi.
Setelah
kejadian itu lanjut Surani, pihak Klinik meminta agar Ayah segera di
operasi di Klinik tersebut karena sang Ayah dinyatakan oleh pihak Klinik
Setia Budi mengalami kebocoran Lambung.
“Anehnya,
sewaktu mau dioperasi pada hari Rabu (7/10), darah bapak saya dicek
lagi dan kata pihak Klinik Setia Budi, golongan darah Bapak saya itu B.
tapi kenapa pada cek darah pertama golongan darah Bapak saya kata Klinik
kok A, sementara darah A itu sudah masuk ke badan Bapak saya,” ungkap
Surani lagi.
Setelah
itu, pihak keluarga diminta untuk mencari donor darah golongan B karena
pada waktu itu pula sang Bapak dioperasi di Klinik Setia Budi. Namun,
usai dioperasi pun, sang Bapak tersebut terpaksa dirujuk ke rumah sakit
Umum STS Tebo dengan asalan, pihak Klinik Setia Budi tidak memiliki
ruangan ICU.
“Sudah
dioperasi Bocor Lambung di Klinik Setia Budi, Bapak dirujuk ke rumah
sakit Tebo dan selama 7 hari di ICU, Bapak saya meninggal dunia, kami
tidak terima dengan kejadian salah transfuri darah ini, kami
akan tuntut,” ucap Surani.
Sementara
itu, Siti Nur Khasanah, pemilik klinik setia budi saat dikonfirmasi
Wartawan membantah bahwa pihaknya telah terjadi kelalaian dan kesalahan
transfusi darah pada pasien tersebut, dan darah yang ditransfusikan dari
pendonor ke pasien betul - betul dari darah golongan B.
“Dari hasil pemeriksaan tim dokter klinik setia budi, diketahui pasien memiliki riwayat pengkonsumsi jamu kemasan yang banyak dijual dipasaran yang memiliki kandungan bahan berbahaya bagi lambung sehingga pasien mengalami infeksi dan kebocoran pada lambung atau
Perporasi gaster. Jadi diputuskan pasien harus dioprasi, diketahui juga pasien sudah terkena komplikasi,” kata Siti saat dikonfirmasi via HP.
Sebelumnya, informasi telah terjadinya dugaan kesalahan transfusi darah terhadap pasien tersebut di Klinik Setia Budi yang mengakibatkan kematian, heboh di media social Facebook dan menjadi perbincangan hangat karena ada salah satu akun facebook memposting kejadian tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan tim dokter klinik setia budi, diketahui pasien memiliki riwayat pengkonsumsi jamu kemasan yang banyak dijual dipasaran yang memiliki kandungan bahan berbahaya bagi lambung sehingga pasien mengalami infeksi dan kebocoran pada lambung atau
Perporasi gaster. Jadi diputuskan pasien harus dioprasi, diketahui juga pasien sudah terkena komplikasi,” kata Siti saat dikonfirmasi via HP.
Sebelumnya, informasi telah terjadinya dugaan kesalahan transfusi darah terhadap pasien tersebut di Klinik Setia Budi yang mengakibatkan kematian, heboh di media social Facebook dan menjadi perbincangan hangat karena ada salah satu akun facebook memposting kejadian tersebut.

Belum ada tanggapan untuk "Warga Desa Tirta Kencana Bakal Tuntut Klinik Setia Budi, Surani : Bapak saya meninggal karena salah ditransfusi darah. "
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.