ISPA dan Diare Serang Dua Kecamatan di Batanghari

MUARABULIAN – Akibat kabut asap yang tidak kunjung hilang, penderita ISPA dan diare di Kabupaten Batanghari terus bertambah. Dinas Kesehatan Batanghari berharap kebakaran lahan segera teratasi agar kabut asap hilang dan penderita ISPA serta diare berkurang.
Kabid Penyehatan Pencegahan dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Batanghari, Almi Cab, membenarkan adanya peningkatan jumlah penderita ISPA dan diare. Peningkatan penderita ISPA dan diare dapat dilihat dari data yang disampaikan masing-masing puskesmas setiap minggu.

“Jumlah ISPA dan diare terlihat mendominasi dalam setiap laporan yang disampaikan pihak puskesmas, cuma angkanya masih jauh dari Kota Jambi,” kata Almi.
Almi menyebutkan, penderita diare yang dilaporkan puskesmas selalu hadir setiap minggu. Penderita terbanyak di kecamatan yang paling dekat dengan lokasi kebakaran, seperti Pemayung dan Muara Bulian.

Data penderita diare terhitung sejak Agustus mencapai 3.115 kasus. Kasus tertinggi terjadi pada Minggu I September 2015 sebanyak 215 kasus. Minggu II sebanyak 240 kasus, Minggu III sebanyak 229 kasus dan Minggu IV sebanyak 212 kasus, Minggu I Oktober sebanyak 203 kasus dan Minggu II Oktober sebanyak 253 kasus.

“Datanya berfluktuasi, masih naik turun. Cuma di Oktober ini cendrung naik,” ungkap Almi.
Almi menyebutkan, kasus diare paling banyak terjadi di Pemayung. Puskesmas Jembatan Mas menangani kasus diare sebanyak 135 pada minggu I bulan September 2015, sedangkan Puskesmas Selat menangani 99 kasus.

Pendapat Almi, penderita diare cenderung meningkat di daerah dekat lokasi kebakaran tidak terbukti di Bajubang. Data Puskesmas Panerokan menunjukkan, sejak Minggu II September hingga Minggu II Oktober 2015 sama sekali tidak terjadi kasus diare. Padahal di kecamatan ini paling rutin terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Almi menyebut bahwa data yang ada padanya selalu diperbarui setiap minggu. Dinas kesehatan rutin mendata ISPA dan diare untuk memantau tingkat dampak kabut asap kepada warga. Selain diare, dampak asap juga menyebabkan penyakit ISPA.
Dinkes mencatat penderita ISPA di Batanghari mencapai 3.428 kasus. Data penderita tersebut merupakan akumulasi data sejak Agustus hingga Minggu II Oktober 2015.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "ISPA dan Diare Serang Dua Kecamatan di Batanghari"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.