BANGKO
- Ada yang menarik pada peragaan manasik haji untuk anak-anak
Raudahatul Alhfah (RA) dilapangan KONI Bumi Masurai Bangko. Ternyata
sebahagian besar Guru Paud, belum tahu kalau Pemkab Merangin, terhitung
Selasa (27/10), menetapkan Kabupaten Merangin sebagai daerah darurat
asap.
Bunda Paud Merangin, Hj Hesnidar Haris yang datang pada acara itu, awalnya cukup kaget. Disaat Pemkab Merangin menetapkan status darurat asap, RA se-Kabupaten Merangin malah menggelar acara yang melibatkan ratusan anak-anak TK dilapangan terbuka.
Acara ini telah dijadwalkan jauh-jauh hari, semua perlengkapan acara juga telah disediakan. Mengingat Pemerintah baru menetapkan darurat asap, Selasa (27/10), acara ini biarlah berlangsung secepat mungkin. Setelah itu anak-anak langsung dipulangkan dan tidak boleh main di luar rumah, ujar Bunda Paud Merangin.
Saat itu juga Ibu Merangin yang lebih akrap disapa Hesti ini, membagikan masker untuk dipakai para anak-anak, orang tua dan guru yang hadir. Untungnya di lokasi acara peragaan manasik haji tersebut tidak berdebu, sehingga dengan menggunakan masker kondisi udara masih dinyatakan dalam kondisi aman.
Saat itu, Hj Hesti langsung mengumumkan kepada seluruh orang tua anak dan para guru yang hadir, kalau Kabupaten Merangin telah dinyatakan darurat asap. Mulai hari ini (27/10), aktivitas anak-anak di semua RA dan Paud dalam Kabupaten Merangin harus diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Melalui acara peragaan manasik haji untuk anak-anak yang berlangsung singkat itu, Bunda Paud Merangin mengharapkan anak-anak jadi memiliki aklak mulia. Disamping itu, anak-anak juga harus memiliki kondisi badan yang sehat, jiwa dan raganya. Pada acara itu Panitia juga mendatangkan tim medis yang siap memberikan pertolongan kesehatan.
Bunda Paud Merangin, Hj Hesnidar Haris yang datang pada acara itu, awalnya cukup kaget. Disaat Pemkab Merangin menetapkan status darurat asap, RA se-Kabupaten Merangin malah menggelar acara yang melibatkan ratusan anak-anak TK dilapangan terbuka.
Acara ini telah dijadwalkan jauh-jauh hari, semua perlengkapan acara juga telah disediakan. Mengingat Pemerintah baru menetapkan darurat asap, Selasa (27/10), acara ini biarlah berlangsung secepat mungkin. Setelah itu anak-anak langsung dipulangkan dan tidak boleh main di luar rumah, ujar Bunda Paud Merangin.
Saat itu juga Ibu Merangin yang lebih akrap disapa Hesti ini, membagikan masker untuk dipakai para anak-anak, orang tua dan guru yang hadir. Untungnya di lokasi acara peragaan manasik haji tersebut tidak berdebu, sehingga dengan menggunakan masker kondisi udara masih dinyatakan dalam kondisi aman.
Saat itu, Hj Hesti langsung mengumumkan kepada seluruh orang tua anak dan para guru yang hadir, kalau Kabupaten Merangin telah dinyatakan darurat asap. Mulai hari ini (27/10), aktivitas anak-anak di semua RA dan Paud dalam Kabupaten Merangin harus diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Melalui acara peragaan manasik haji untuk anak-anak yang berlangsung singkat itu, Bunda Paud Merangin mengharapkan anak-anak jadi memiliki aklak mulia. Disamping itu, anak-anak juga harus memiliki kondisi badan yang sehat, jiwa dan raganya. Pada acara itu Panitia juga mendatangkan tim medis yang siap memberikan pertolongan kesehatan.

Belum ada tanggapan untuk "Peragaan Manasik Haji Tetap Gelar "
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.