JAKARTA- KPK tidak butuh waktu lama untuk menangkap anggota DPR Dewi Yasin Limpo saat
menerima suap terkait pembahasan anggaran pembangkit listrik tenaga
mikro hidro, di Kabupaten Deiyai Papua tahun anggaran 2016.
Dewi sendiri tidak menerima secara langsung uang tersebut. Dewi mengirim rekannya, Rinelda Bandaso menerima uang dari pengusaha dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiai, Iranius. Proses transaksi dilakukan di sebuah rumah makan di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Penyelidlikan dilakukan beberapa waktu sebelum penangkapan," kata Pelaksana tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi, di kantornya, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Johan mengakui pihaknya mendapat informasi transaksi tersebut dari masyarakat. KPK kemudian langsung menangkap Rinelda usai menerima uang itu.Tim penyelidik dan penyidik KPK menangkap Iranus, Rinelda bersama dua orang pengusaha yakni Setyadi dan Hari, Devianto (ajudan) dan seorang supir pada Selasa pukul 17.45 WIB.
"Setelah terjadi serah terima antara SET (Setyadi) dan HAR (Hari) kepada RB (Rinelda Bandaso), dan kemudian dilakukan penangkapan di sebuah rumah makan. Jadi setelah di situ keluar kemudian tim melakukan penangkapan dan di TKP kita temukan uang sebesar 177.700 dolar Singapura ditempatkan di sebuah tas," beber Johan.
Pukul 19.00 WIB, tim KPK kemudian menangkap Dewi Yasin Limpo dan stafnya Bambang Wahyu Hadi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Dewi sendiri tidak menerima secara langsung uang tersebut. Dewi mengirim rekannya, Rinelda Bandaso menerima uang dari pengusaha dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiai, Iranius. Proses transaksi dilakukan di sebuah rumah makan di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Penyelidlikan dilakukan beberapa waktu sebelum penangkapan," kata Pelaksana tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi, di kantornya, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Johan mengakui pihaknya mendapat informasi transaksi tersebut dari masyarakat. KPK kemudian langsung menangkap Rinelda usai menerima uang itu.Tim penyelidik dan penyidik KPK menangkap Iranus, Rinelda bersama dua orang pengusaha yakni Setyadi dan Hari, Devianto (ajudan) dan seorang supir pada Selasa pukul 17.45 WIB.
"Setelah terjadi serah terima antara SET (Setyadi) dan HAR (Hari) kepada RB (Rinelda Bandaso), dan kemudian dilakukan penangkapan di sebuah rumah makan. Jadi setelah di situ keluar kemudian tim melakukan penangkapan dan di TKP kita temukan uang sebesar 177.700 dolar Singapura ditempatkan di sebuah tas," beber Johan.
Pukul 19.00 WIB, tim KPK kemudian menangkap Dewi Yasin Limpo dan stafnya Bambang Wahyu Hadi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Belum ada tanggapan untuk "Dewie Yasin Limpo Ditangkap KPK"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.