MUARATEBO
- Pengendara bingung kapasitas jembatan alternatif
atau jembatan darurat yang berada di KM.151 Kelurahan Sungai
Bengkal Kecamatan Tebo Ilir. Pasalnya, Pemkab Tebo melalui Dinas
Perhubungan mengatakan jika kapasitas jembatan tersebut maksimal 20
ton. Sementara, pihak pemilik jembatan PT Okido mengaku jika kapasitas
jembatan itu maksimalnya 40 ton.
"Pemberitahuan di lapangan, tonase yang boleh melintasi jembatan maksimal 10 ton. Jadi ada tiga versi, Pemerintah menyebutkan maksimal 20 ton, PT. Okido mengatakan 40 ton. Jadi bingung yang mana yang mau diikuti," ujar salah seorang sopir truk kepada Teboonline.com, Senin (21/9).
Terkait kerancuan itu, Kapolres Tebo AKBP Aman Guntoro SIK melalui Kasat Lantas Pollres Tebo AKP Sukarman dikonfirmasi Teboonline.com meminta kepada semua instansi terkait agar duduk bersama.
Untuk diketahui jembatan Sungai Mengilang ambruk pasca ditabrak truk fuso bermuatan pupuk dengan nopol B 9184 TYW pada Rabu pagi (17/2/2015), akibatnya lalu lintas kendaraan terganggu.
Agar lalu lintas kendaraan tetap berjalan, pemerintah membangun jembatan darurat tepatnya disamping jembatan sungai Mengilang. Jembatan darurat tersebut menurut informasi disewa oleh kementerian PU dengan kapasitas 10 ton, tetapi atas partisipasi perusahaan SKK-Migas Montd'or oil Ltd yang juga sebagai salah satu program CSRnya terhadap masyarakat, kapasitas jembatan ditingkatkan menjadi 40 ton.
jembatan itu maksimalnya 40 ton.
"Pemberitahuan di lapangan, tonase yang boleh melintasi jembatan maksimal 10 ton. Jadi ada tiga versi, Pemerintah menyebutkan maksimal 20 ton, PT. Okido mengatakan 40 ton. Jadi bingung yang mana yang mau diikuti," ujar salah seorang sopir truk kepada Teboonline.com, Senin (21/9).
Terkait kerancuan itu, Kapolres Tebo AKBP Aman Guntoro SIK melalui Kasat Lantas Pollres Tebo AKP Sukarman dikonfirmasi Teboonline.com meminta kepada semua instansi terkait agar duduk bersama.
"Dinas
PU, Perhubungan, P2JN, PT Okido, Montd'or oil dan instansi terkait
lainnya harus duduk bersama. Tentukan berapa tonase kendaraan yang
boleh melintasi jembatan tersebut," kata kasat.
"Kalau yang dibolehkan misalnya hanya kendaraan berkapasitas 10 ton, kendaraan yang melebih tonase dari 10 ton semuanya dilarang lewat tanpa terkecuali, begitupun jika kapasitasnya 40 ton, semua kendaraan bertonase 40 ton kebawah semuanya juga bisa lewat," kata Kasat lagi.
Saat disinggung Teboonline.com terkait adanya kunci (Gembok,red) pada portal jembatan, Kasat menyarankan kepada dinas PU untuk memasang portal secara permanen. Hal itu kata dia, untuk menghindari kecemburuan sosial ditengah masyarakat dan pengguna jalan.
"Kalau yang dibolehkan misalnya hanya kendaraan berkapasitas 10 ton, kendaraan yang melebih tonase dari 10 ton semuanya dilarang lewat tanpa terkecuali, begitupun jika kapasitasnya 40 ton, semua kendaraan bertonase 40 ton kebawah semuanya juga bisa lewat," kata Kasat lagi.
Saat disinggung Teboonline.com terkait adanya kunci (Gembok,red) pada portal jembatan, Kasat menyarankan kepada dinas PU untuk memasang portal secara permanen. Hal itu kata dia, untuk menghindari kecemburuan sosial ditengah masyarakat dan pengguna jalan.
"Jangan sampai portalnya bisa dibuka
tutup karena bisa memicu permasalahan. Jadi lebih baik dibuat permanen," tegasnya.
Untuk diketahui jembatan Sungai Mengilang ambruk pasca ditabrak truk fuso bermuatan pupuk dengan nopol B 9184 TYW pada Rabu pagi (17/2/2015), akibatnya lalu lintas kendaraan terganggu.
Agar lalu lintas kendaraan tetap berjalan, pemerintah membangun jembatan darurat tepatnya disamping jembatan sungai Mengilang. Jembatan darurat tersebut menurut informasi disewa oleh kementerian PU dengan kapasitas 10 ton, tetapi atas partisipasi perusahaan SKK-Migas Montd'or oil Ltd yang juga sebagai salah satu program CSRnya terhadap masyarakat, kapasitas jembatan ditingkatkan menjadi 40 ton.

Belum ada tanggapan untuk "Pengendara Bingung Kapasitas Jembatan Darurat Sungai Bengkal "
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.