Pengelolahan MCK Pasar Sarinah Dipertanyakan



Pasar-Sarinah
Rimbo Bujang - Keberadaan Mandi Cuci Kakus (MCK) Pasar Sarinah Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, yang dibangun sekitar tahun 2005 yang lalu dan didanai oleh pemerintah, di pertanyakan oleh masyarakat. Pasalnya, pengelolaan MCK tersebut diduga tidak transparan terhadap publik.

Kendati, MCK yang dibangun di atas tanah Pemda, tepatnya di tengah los pasar Sarinah didanai oleh Pemerintah yaitu dari dinas pekerjaan umum (PU) Kabupaten Tebo. MCK ini dikelola oleh mereka yang mengatasnamakan kelompok warga pasar sarinah. Tetapi sejauh ini tidak ada kontribusinya untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tebo, melainkan hasil pengelolaan MCK tersebut diduga hanya untuk kepentingan pengelola MCK saja.

"Benar, MCK di tengah pasar sarinah, didanai oleh PU pusat dan PU Tebo, pengelokaannya atas nama kelompok masyarakat pasar sarinah, " terang Samsu, anggota kelompok pengelola MCK, senin (29/12).      
Ditambahkan oleh samsu, jasa sekali memakai MCK Rp 1000. Hasil dari pengelolaan MCK untuk membayar tenaga kerja penjaga dan pengelola MCK, untuk biaya penambahan atau perluasan bangunan MCK dan sisanya untuk Kas kelompok pengelola MCK.

"Memang benar, sisa hasil pengelolaan MCK lita masukkan ke Kas, setelah diambil untuk membayar tenaga penjaga MCK. Sampai saat ini uang kas tersebut ada, " tegas Samsu, yang notabene Ketua RW pasar sarinah.               

Sementara, sugiarto mantan Lurah Wirotho Agung mengatakan, membenarkan MCK ditengah pasar sarinah dibangun dari dana pemerintah pusat dan daerah (PU). Dimasa dirinya dulu menjabat Lurah Wirotho Agung, uang kas kelompok pengelola MCK itu ada mancapai Rp 37 juta. Dan pengelolaan MCK tersebut tetap melibatkan dari pengurus pasar sarinah, karena keberadaan MCK tersebut berada diwilayah pasar sarinah.
"Apapun ceritanya, yang sebenarnya pengelolaan MCK tak terlepas dari pengurus pasar sarinah, " tandas mantan Lurah Sugiarto.

Pengurus pasar sarinah,H.Rasmadi dikonfirmasi hal ini menyebutkan, pihaknya tidak tahu percis managemen pengelolaan MCK pasar sarinah, karena dirinya tidak dilibatkan dalam pengelolaan MCK tersebut.
"Saya kurang tahu keberadaan MCK di pasar sarinah, karena pihak pengelola MCK tidak pernah berkoordinasi dengan pengurus pasar sarinah, " ujar H Rasmadi.  
Tokoh masyarakat Wirotho Agung Endita berkomentar, menurutnya MCK dibangun diatas tanah Pemda dan pembangunannya dibiayai oleh pemerintah, seyogyanya harus ada kontribusinya untuk Pemda Kabupaten Tebo, 

"Sebenarnya, MCK di pasar sarinah, layak ada kontribusinya untuk PAD Kabupaten Tebo, dan pengurus pasar juga harus tahu," pungkas Endita.














Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengelolahan MCK Pasar Sarinah Dipertanyakan"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.