Sudah berbilang bulan petani terpukul. Rendahnya harga karet membuat sesak perekonomian warga. Tak terkecuali petani di Kabupaten Tebo.
Seperti diakui Karni, petani karet di Kecamatan Rimbo Ulu. Ia mengaku harga karet sangat menghimpit ekonomi keluarganya. Ia hanya bisa jual hasil sadap karetnya di kisaran empat ribuan rupiah per kilogram.
Harga ini menurutnya sangatlah rendah. Sama sekali tak sebanding dengan harga kebutuhan sehari-hari. Padahal selama berbilang tahun berkebun karet adalah sumber ekonomi utama keluarganya.
“Kebutuhan sekarang apa-apa mahal. Kalau harga karet segitu terus kami mau makan apa,” keluh Karni, Rabu (8/10).
Karni mengatakan sejatinya ada peluang menjual dengan harga lebil mahal. Yakni sekitar tujuh ribu rupiah. Tapi meski menjual di pasar lelang karet.
Namun ada kendala lain. Di lingkungannya, pasar lelang karet tidak setiap minggu ada. Sementara untuk membiayai keluarganya, ia butuh dana mingguan. Sehingga mau tak mau ia pun harus berurusan dengan tengkulak.
Kabid Perdagangan Dinas Koperindag Tebo, Dedi Susanto, mengatakab tidak dapat berkomentar banyak. Ia mengklaim sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari pembinaan, pelatihan serta sosialisasi. Namun tetap saja belum memperoleh hasil maksimal.
Ia mengatakan ada banyak indikator yang menyebabkan tertekannya harga karet. Diantaranya karena kadar karet Tebo yang rendah. Namun penyebab terbesar, menurutnya, kondisi ekonomi Eropa yang belum juga stabil.
Pihaknya malah berkeinginan suatu saat nanti Diskoperindag Tebo bisa menampung seluruh petani karet di Tebo. “Kalau bisa seluruh karet petani Tebo ini kita yang beli. Tapi apakah bank bakal percaya sama kita. Terlebih rencana ini juga harus persetujuan dari bupati," ujarnya lagi.
Memang kata Dedi, rencana tersebut sudah lama menjadi keinginannya. Namun ada banyak kendala. Untuk bisa seperti itu tentu harus melalui prosedur panjang. Pihaknya dalam waktu dekat bakal mengusulkan keinginan tersebut ke bupati langsung.
“Kalau ini disetujui, saya yakin petani karet di Tebo tidak bakal mengeluh lagi. Soalnya selisih harga yang diterima tidak terlalu besar selisihnya dengan harga dari perusahaan karet,” ucapnya meyakini.
Dedi juga berjanji bakal melakukan monitoring harga ke tingkat tengkulak, pasar lelang dan juga perusahaan karet. Jika ada permainan harga baik dari tengkulak atau lainnya, pihaknya bakal melakukan pendekatan secara persuasif untuk mengantisipasi adanya disparitas harga karet.
Belum ada tanggapan untuk "Karni Mengaku Sangat Terpukul Harga Karet"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.