Konflik SARA Perlu Dekteksi Sejak Dini

Konflik berbau suku agama ras dan atar golongan (SARA) dapat terjadi dimana saja. Untuk itu perlu deteksi sejak dini terhadap berbagai gejala terkait potensi konflik SARA ini.

Hal itu disampaikan Sekda Tebo Noor Setya Budi. Noor menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan rapat fasilitasi pembentukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kecamatan se-Kabupaten Tebo, Kamis (13/6).

Noor mengatakan, di satu sisi keberagaman merupakan berkah bagi Indonesia. Namun di sisi lain keberagaman, juga menjadi peluang bagi pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk memunculkan konflik dengan mengapungkan berbagai isu sensitif.

“Sejak dulu sudah ada berbagai agama di Indonesia, termasuk juga Ahmadiyah dan Yahudi. Begitu juga etnis, ada Cina, Arab, Eropa dan lainnya. Semua ingin hidup nyaman di negeri ini,” ujar Noor di hadapan ratusan peserta rapat fasilitasi.

Ia mengatakan, sangat penting untuk terus mengembangkan sikap toleran terhadap multikultural. Bahkan dalam dinamika demokrasi yang mengedepankan suara terbanyak, pendekatan kultural tetap perlu dikedepankan, meski pada saat bersamaan faktor hukum positif tak bisa dinapikan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Konflik SARA Perlu Dekteksi Sejak Dini"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.