Ketua Paguyuban Artis Musisi Melayu Indonesia (PAMMI) Jawa Tengah Budi Supriyanto mengaku prihatin adanya anggapan pertunjukkan musik dangdut menjadi pemicu tawuran. Padahal, penyanyi hanya mengajak penonton menikmati pertunjukan tanpa mengkonsumsi minuman keras.
"Penonton yang mabuk dan yang berkelahi itu hanya penonton yang berlaku nakal dan membuat onar akibat pengaruh minuman beralkohol. Dari semua kejadian mabuk dan tawur saat diadakan pentas musik dangdut pasti tidak pernah melibatkan penyanyi maupun musisi.Kami merasa prihatin karena masih ada anggapan jika pertunjukan dangdut dikategorikan sebagai pemicu keonaran” kata Budi Supriyanto kepada KRjogja.com, Selasa (14/05/2013)
"Penonton yang mabuk dan yang berkelahi itu hanya penonton yang berlaku nakal dan membuat onar akibat pengaruh minuman beralkohol. Dari semua kejadian mabuk dan tawur saat diadakan pentas musik dangdut pasti tidak pernah melibatkan penyanyi maupun musisi.Kami merasa prihatin karena masih ada anggapan jika pertunjukan dangdut dikategorikan sebagai pemicu keonaran” kata Budi Supriyanto kepada KRjogja.com, Selasa (14/05/2013)
Budi menjelaskan yang harus dicegah adalah penonton yang sering menjadi biang keonaran dan musik dangdut sendiri tidak menjadi kambing hitam. Selain itu, semua pihak yang terlibat dalam dunia musik dangdut supaya bisa menciptakan kondusifitas.
"Jangan menjadi pengurus PAMMI namun tidak berbuat apa-apa. Pengurus harus bisa mendorong peningkatan profesional anggota serta bisa memberi perlindungan dan mimikirkan kesejahteraan anggotanya. Sehingga kasus pembunuhan terhadap penyanyi dangdut Rika di Pati tidak terulang lagi," tandasnya.

Belum ada tanggapan untuk "Dangdut Dituding Pemicu Tawuran, PAMMI Jateng Berang"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.