Aktif Menyanyi Dangdut Sejak Tahun 80-an

Dunia seni tidak hanya dikuasai, atau dimiliki oleh seseorang yang memiliki bakat. Akan tetapi, kemampuan seni juga milik mereka yang menekuninya dengan kesungguhan hati. Setidaknya filosofi sederhana ini menjadikan Christy Ali optimistis dalam menjalani bidang seni, sebagai penyanyi dangdut profesional.
Tidak hanya itu, perempuan yang akrab disapa Christy ini meyakini, bahwa sesuatu hal yang positif harus diawali dari niat, kemauan, kerja keras serta dukungan keluarga. Pengalamanan mengajarkannya, bahwa tidak ada hal yang mustahil selama dijalani dengan ikhlas yang dibarengi semangat pantang menyerah.
"Tidak berlebihan, jika dikatakan bahwa suatu capaian yang besar berasal dari sebuah impian. Oleh sebab itu, jangan takut untuk memiliki cita - cita tinggi. Karena dengan kesungguhan hati niat positif dan keberanian, maka impian itu bakal terwujud," ungkap penyanyi dangdut Ibukota kelahiran Kalianda, Lampung ini.
Christy mengakui, kali pertama menyanyi di depan umum sejak berusia 3-4 tahun. Ketika itu, Ia sering diminta menyanyi oleh nahkoda kapal sembari ikut ibunya berdagang di wilayah pelabuhan. Aktivitas ini hanya sebatas senang-senang, dalam mengisi waktu senggangnya.
Beranjak dewasa, tambah Christy, Ia memulai mengisi kariernya sebagai penyanyi panggung, festival, dan bintang tamu diberbagai kota di Indonesia, tepatnya pada tahun 1978 silam. Kendati demikian, kiprahnya didunia hiburan kala itu belum diisi oleh genre dangdut, melainkan aliran musik pop favoritnya. 
"Bisa dikatakan, fokus saya di genre dangdut dimulai pada era tahun 80-an. Turut menginspirasi peralihan genre ini, tidak lain penyanyi dangdut idola Elvy Sukaesih. Membuat saya kepincut dengan dangdut, adalah ciri cengkok yang khas dengan perpaduan musiknya yang enak didengar," ujar perempuan berambut panjang ini.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Aktif Menyanyi Dangdut Sejak Tahun 80-an"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.