Giman (72) dan istri Kasia (67) penjual gorengan warga Dusun Tugu Rejo Desa Bedaro Rampak Kecamatan Tebo Tengah, saat ini dan beberapa minggu kedepan harus menginap di rumah sanak familinya. Pasalnya, rumah yang mereka huni selama ini dilalap sijago merah, (16/3).
Awalnya, sekitar jam 14.30 Wib, Giman dan istri menggoreng kripik dan gablek mengunakan kayu bakar. Seperti biasanya, usai menggoreng keripik dan gablek mereka langsung kepasar untuk menjual gorengannya. Waktu itu diperkirakan sekitar jam 16.00 Wib.
“Waktu meninggakan rumah, api dari kayu bakar sisa menggoreng sudah padam,” terang Giman, Minggu (17/3) kemarin.
Lanjutnya, pada saat waktu sholat Magrib, dirinya sempat pulang untuk menunaikan sholat di Mesjid yang berada tidak jauh dari rumah. Sementara, istrinya saat itu tengah berada disalah satu rumah anaknya.
“Ketika saya pulang ke rumah, kayu bakar yang kami gunakan untuk menggoreng keripik tadi mengularkan asap. Mungkin baranya masih hidup namun tidak mengeluarkan api. Karna sudah sering seperti itu, saya pun tidak menghiraukan hal itu,” ujarnya.
Sekitar jam 21.00 Wib, saat Giman mengikuti Yassinan dirumah salah satu warga, tiba-tiba ponaannya yang bernama Nendri memberitahukan jika rumah tempat kediamannya selam ini hangus terbakar.
“Kondisi rumah saat itu masih kosong karena istri saya masih dirumah anak kami,” tuturnya.
Ketika ditanya berapa jumlah kerugian akibat kebakaran itu,
“Semua barang-barang habis terbakar diantaranya,2 mesin robin, alat masak, kasur dan lainnya. Kerugian diperkirakan sekitar 70-80 juta,” ungkapnya.
Sementara, Bujang saksi mata k mengatakan, awalnya kejadian tidak terlihat jika rumah tersebut dilalap sijago merah, karna yang terbakar duluan bagian belakang rumah.
“Tepat pukul 19.30 Wib ketika api sudah membesar, baru diketahui jika rumah Giman ternbakar. Untung saat itu ada mobil pemdakebakaran, jika tidak, sudah tentu api akan menjalar kerumah lainnya. Api bisa dipadamkan sekitar jam 20.00 Wib,” terang Bujang.
Atas kejadian itu, Giman dan sitri berharap adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo. Karna usaha jual keripik dan gablek yang selama ini menjadi penunjang ekonomi keluarganya sudah raib ditelan sijago merah.
“Itu satu-satunya usaha saya untuk memenuhi nafkah hidup keluarga. Tapi sekarang sudah raib ditelan ijago merah,” pungkasnya.
Sumber : Berita Tebo
Editor : Radio Idola FM Jambi
Belum ada tanggapan untuk "Si jago Merah Lalap Rumah Penjual Gorengan"
Post a Comment
Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.