Kisah Sang Raja Dangdut Rhoma Irama

Nama Rhoma Irama terkenal hingga ke manca negara. Selain dikenal sebagai sosok musisi yang legendaris, Rhoma juga dikenal sebagai seorang politisi. Di masa Orde Baru, ia sempat menjadi tokoh penting di PPP, kemudian pindah ke Golkar, dan terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jakarta dalam Pemilu 1997. Pada Pemilu 2004, Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.
Belum lama ini, puluhan ulama di Jatinegara, Jakarta Timur, memberikan dukungan terhadap Raja Dangdut Rhoma Irama untuk maju di Pilpres 2014 mendatang. Para ulama yang tergabung dalam Wadah Silaturahim Asatidz, Tokoh dan Ulama (Wasiat Ulama) ini bertekad untuk mengusung Rhoma sebagai pemimpin Indonesia berikutnya.
Pada tahun 1970-an, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi dalam band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963. Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta group sejak 13 Oktober 1973. Bersama grup Soneta, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.
Rhoma Irama terhitung sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa. Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri tapi ia juga pernah tampil di Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia. Sering dalam konser Rhoma Irama, penonton jatuh pingsan akibat berdesakan. Orang menyebut musik Rhoma adalah musik dangdut, sementara ia sendiri lebih suka bila musiknya disebut sebagai irama Melayu. 

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kisah Sang Raja Dangdut Rhoma Irama"

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar, Tanggapan, Kritik atau Saran dari Anda untuk Para Pembaca Sekalian. Hindari Komentar yang Mengarah kepada Konflik SARA. Terima Kasih atas Partisipasi yang Anda Berikan kepada Kami.